• header

Mewujudkan Madrasah Hebat Bermartabat

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


MTs Negeri 1 Kota Gorontalo

NPSN : 60725187

Jl.Poigar Kel.Molosipat U Kec.Sipatana Kota Gorontalo


mtsnkota.gorontalo@gmail.com

TLP : -


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana menurut anda tampilan website MTs Negeri Gorontalo ini?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat

Statistik


Total Hits : 220032
Pengunjung : 51330
Hari ini : 32
Hits hari ini : 115
Member Online : 0
IP : 54.225.59.14
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Akhlak Terpuji Yang Sering Terlupakan




...

 

Oleh : Karjianto, S.Pd.I., M.Pd.I
(Guru Akidah Akhlak dan Ushul Fiqih MAN 2 Kab. Gorontalo, dan Ketua PC Pergunu Kab. Gorontalo Utara)

Salah satu akhlak terpuji yang sering dilupakan oleh manusia adalah Muhasabah, atau intropeksi diri, atau dalam istilah manajemen organisasi sering kita menyebutnya penilaian (Evaluating). Hal ini dikarekanan kesibukan manusia terhadap kehidupan dunia ini, mulai dari sibuk urusan bisnis, pekerjaan, hiburan, shoping, jalan-jalan, menonton, seharian sibuk menggunakan media sosial tanpa mengenal waktu. Sehingga lupa, tanpa memikirkan apa yang akan menjadi bekalnya di akhirat nanti. Kita sering melaksanakan perintah Allah SWT, hanya sekedar melaksanakan rutinitas saja, tanpa membekas dan berdampak pada akhlak mulia.

Kita melaksakan sholat lima waktu setiap harinya, namun kita masih sering ugal-ugalan saat berkendaraan di jalan raya, kita masih sering mencaci maki oranglain, kita tidak peduli dengan keadaan tetangga. Kita mampu berpuasa di bulan Ramadhan, puasa sunnah Senin dan Kamis, mengeluarkan zakat setiap tahunnya akan tetapi semua itu tidak berdampak pada akhlak dan kepribadian kita, maksiat pun terkadang masih kita lakukan, membuat berita bohong (hoax), memfitnah dan menghujat masih merajalela tanpa rasa bersalah. Bahkan untuk memotivasi diri sendiri dengan memperbaiki amalan-amalan yang ada tak kunjung hadir, penyebabnya adalah karena kita telah melupakan muhasabah diri, sehingga orang-orang seperti kita sudah merasa benar, merasa hebat, merasa pintar, dan merasa cukup, dengan amalan yang telah kita lakukan.

Apa Itu Muhasabah

Muhasabah berasal dari akar kata hasiba, yahsabu, hisab, yang artinya secara etimologis adalah melakukan perhitungan. Dalam istilah terminologi syari, muhasabah adalah sebuah upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspeknya. Baik secara vertikal, hubungan manusia hamba dengan Allah. Maupun secara hubungan horisontal, yaitu hubungan manusia dengan sesama manusia yang lainnya dalam kehidupan sosial. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata muhasabah diartikan sebagai introspeksi. sementara kata introspeksi itu sendiri diartikan sebagai peninjauan atau koreksi terhadap perbuatan, sikap, kelemahan, dan kesalahan diri sendiri.
Kenali Muhasabah
    
Kita telah memasuki awal tahun baru 1439 Hijriyah. Sebuah pelajaran hidup terbesar adalah bahwa Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri) secara menyeluruh. Mulai dari keimanan, keislaman, ibadah wajib maupun sunnah yang sering kita lakukan, akhlak kita, pergaulan kita sesama manusia, ilmu yang kita miliki apakah sudah bermanfaat untuk diri dan orang lain, kewajiban kita, tanggung jawab kita, bagaimana perhatian kita terhadap aqidah keluarga, hingga kontribusi kita bagi perjuangan menegakkan kalimah Allah, dalam dakwah.

Coba luangkan waktu sejenak untuk meresapi bagaimana cintanya Allah kepada mahluk ciptaannya, Allah mengetuk hati dan pikiran kita lewat sebuah firman-Nya dalam Surat al-Hasyr ayat 18 : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Kalau kita ingin selami lebih dalam ayat di atas, Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, "Evaluasilah diri kalian sebelum amal perbuatan kalian dihitung, periksalah kembali amal perbuatan yang kalian simpan untuk diri kalian demi hari dimana kalian akan dikembalikan dan diperlihatkan kepada Tuhan kalian!" (Tafsir al-Quran al-'Azhim,:450)
       
Dengan muhasabah atau evaluasi itulah menjadi kunci utama dalam kehidupan kita untuk menyongsong hari yang akan datang dengan lebih baik lagi dalam ridha Allah. Tepat rasanya jika Rasulullah SAW orang yang telah dijamin bebas dari dosa, menaruh perhatian besar terhadap umatnya untuk bermuhasabah, sebagaimana sabdanya :

Dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah SAW, bersabda: “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT”. (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’)

Hadits ini menggambarkan pentingnya muhasabah dalam menjalani kehidupan di dunia ini, bahkan Rasulullah Saw menyebut orang yang pandai, pintar atau cerdas adalah mereka yang dapat mengevaluasi dirinya, amal-amalnya untuk bekal dihari kemudian. Oleh karenanya muhasabah diri merupakan hal yang sangat penting untuk menilai apakah amal perbuatannya yang kita lakukan ini sudah sesuai dengan ketentuan Allah, dan Sunnah Rasulullah Saw. Tanpa introspeksi, jiwa manusia tidak akan menjadi baik.
       
Imam Turmudzi meriwayatkan tentang ungkapan khalifah Umar bin Khattab mengenai urgensi muhasabah.
 “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk akhirat (yaumul hisab).

Bahkan Al Hasan juga pernah mengatakan : “orang-orang mumin selalu mengevaluasi dirinya karena Allah. Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab (evaluasi) dirinya di dunia”.

Dengan muhasabah inilah, kita dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan kita pada waktu yang lalu, perbaikan hari ini terus dilakukan untuk mempersiapkan diri dan merencanakan waktu yang akan datang dengan lebih baik lagi.

Teknik Bermuhasabah

Menurut Abdullah Gymnastiar atau yang sering disapa Aa Gym ada lima teknik muhasabah, diantara ;
       
Pertama, Tafakur diri, yaitu seseorang dapat menyediakan waktu untuk dirinya sendiri, untuk berkata jujur kepada diri sendiri. Bersikap intregitas artinya bersesuaian antara ucapan dan tindakannya dalam kehidupan sehari-hari. Sudahkah kita mengisi waktu pada kebermanfaatan serta kemajuan bersama. Kita dihormati orang lain karena Allah masih menutupi aib dan keburukan kita. Menurut Aa Gym jangan tertipu dengan kekaguman orang karena mereka tidak tahu aib-aib kita.

Kedua, Milikilah Cermin pribadi. Cermin yang dimaksud adalah adanya orang yang berani jujur menyampaikan apa adanya tentang keburukan kita. Boleh jadi dia adalah sahabat atau teman yang selalu mengingatkan dan menegur kita ketika berbuat salah. Ternyata kita sangat butuh orang yang mengatakan apa adanya tentang diri kita. Olehnya tidak perlu orang harus kagum kepada kita. Dengan oranglain mengkritik atau mengoreksi diri kita tentunya tidak akan merugikan apapun dan siapapun, maka koreksi yang keluar dari hati tidak akan melukai diri, justru menjadi pemicu semangat untuk melakukan hal-hal yang terbaik lagi.

Ketiga. Berguru kepada yang ahli. Sebaik-baik guru adalah guru yang mengamalkan apa yang disampaikannya. Bukan hanya sekedar teori yang hebat, melainkan sikap dan prilaku sang guru dapat dijadikan keteladanan dalam hidup. Seorang guru yang baik adalah guru yang dapat memberikan inspirasi untuk para muridnya, inspirasi untuk menjadi manusia yang terbaik dan bermanfaat.

Keempat, Manfaatkan orang yang membenci kita justru sebuah rezeki, sebab mereka adalah orang yang sesungguhnya perhatian kepada kita. mereka tahu pasti tentang kelemahan dan kekurangan kita, dengan kebencian mereka akan melahirkan pahala untuk kita. Jangan benci orang yang membenci kita. Saya sepakat dengan ungkapan sahabat saya Arfan Nusi dalam bukunya Harmoni di Ujung kata” kalu kita dihina biarkan hinaan itu menjadi motivasi hidup kita, karena hanya pohon yang berbuah manis yang selalu dilempari batu, walau selalu dilempari ia membalas dengan buahnya yang manis dari atas pohon. Kalu kita dijelek-jelekin di belakang, biarkanlah, berarti orang tersebut adalah fans terberatmuyang secara diam-diam menghabiskan waktunya untuk memperhatikan kehidupanmu” itu kata super terucap dari sahabtku.

Kelima, Tafakuri Apa yang Terjadi. Setiap kejadian yang adalah selalu ada hikmahnya. Menurut Aa Gyim bahwa mendapatkan ilmu bukan hanya dari ceramah, tapi bisa belajar dari mana saja, dari buku, dari teman dan dari kejadian-kejadian alam atau pengalaman yang pernah mengajarkan kepada kita. Olehnya semua amalan yang kita lakukan semata-mata untuk mengubah diri menjadi yang terbaik  agar Allah SWT Ridha.
Kapan memulai muhasabah?

Kalu kita perhatikan dan belajar tentang kehidupan ini sesungguhnya manusia tidaklah kekal, terbatas, hidup di dunia ini hanya sementara, kalau kita berpatokan umur Rasullah Saw adalah 63 tahun, maka umur kita kurang lebih seperti itu. Namun semua tidak menjamin, kita tidak tahu kapan ajal akan tiba, di mana tempatnya, dan sedang apa seseorang menemui kematiannya, karena itu sudah semestinya kita lakukan Muhasabah atau intropeksi dari sejak sekarang tanpa menunda-nunda waktu. Karena Allah SWT dan Rasulnya memerintahkan kepada kita untuk selalu bermuhasabah setelah atau sebelum melakukan amal. Sudah saatnya kita harus merubah diri, istiqomah melakukan muhasabah diri untuk mengoreksi berbagai amalan yang telah kita lakukan. Kalu bukan pribadi kita masing-masing yang bermuhasabah lalu siapa lagi, kalu bukan sekarang bermuhasabah kapan lagi. Semoga bermanfaat. (*)




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :

Pengirim : Arfan Nusi -  [arfan_nusi@yahoo.com]  Tanggal : 03/06/2018
Terimakasih sudah mengutip tulisan saya dalam buku harmoni diujung kata. Sukses selalu mas karjianto...


   Kembali ke Atas